
KBN, PANGKALPINANG – Pegawai lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) yang bergabung dalam program ASN Babel Peduli terus menunjukkan dedikasi dalam kegiatan sosial, kali ini dengan fokus pada berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadan. Sebelumnya, inisiatif serupa difokuskan pada ASN atau keluarga ASN yang menghadapi musibah seperti sakit atau meninggal dunia. Namun, kini cakupannya meluas ke masyarakat umum, mencerminkan semangat gotong royong yang inklusif.
Pada Selasa pagi (17 Maret 2026), tepat saat menjelang waktu sahur sekitar pukul 03.00 WIB, tim ASN Babel Peduli dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Babel Feri Afriyanto—yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani—melakukan pembagian makanan sahur berupa nasi kotak kepada keluarga pasien, perawat, dokter, serta petugas penjaga malam di tiga rumah sakit utama. Lokasi distribusi meliputi RSUD Soekarno di Air Anyir, Kabupaten Bangka; RSUD Depati Hamzah di Pangkalpinang; dan RS Primaya juga di Pangkalpinang. Pembagian dilakukan secara door-to-door, mulai dari ruang rawat inap hingga area parkir, memastikan setiap penerima mendapatkan bantuan langsung tanpa antre panjang.
Dalam kunjungan tersebut, Pj Sekda didampingi pejabat eselon II seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Biro Umum Setda Babel, Kepala Biro Pemerintahan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas UMKM, serta anggota tim ASN Babel Peduli. Yang tak biasa, ia bahkan bangunkan keluarga pasien yang tertidur lelah menanti perkembangan kondisi kerabatnya, sambil berdialog singkat untuk memberikan motivasi agar tetap sabar dan kuat. Menurut Pj Sekda, nasi sahur ini berasal dari iuran sukarela para pegawai Pemprov Babel yang tergabung dalam ASN Babel Peduli, sebagai bentuk solidaritas di tengah kesulitan medis. Ia berharap, dukungan ini tidak hanya membantu fisik tapi juga mental, sehingga pasien cepat pulih dan keluarga merasa didukung oleh komunitas luas.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana instansi pemerintah dapat berkontribusi positif di masa sulit, terutama selama pandemi atau situasi krisis kesehatan. Di era digital saat ini, inisiatif seperti ini sering dibagikan via media sosial untuk inspirasi lebih luas, meski inti utamanya adalah aksi nyata di lapangan










No Response